Remitansi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transfer Uang

Di-update
June 23, 2026
Bagikan
Gambar Remitansi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transfer Uang

Jakarta, Pintu News – Setiap tahun, jutaan warga Indonesia yang bekerja di luar negeri mengirimkan sebagian penghasilan mereka pulang ke tanah air. Aktivitas inilah yang disebut remitansi. Secara sederhana, remitansi adalah kegiatan transfer atau pengiriman uang lintas negara, baik dari pekerja migran kepada keluarga di dalam negeri, maupun dari perusahaan kepada rekanan bisnis di negara lain.

Indonesia sendiri mencatatkan penerimaan remitansi sebesar USD 15,3 miliar, menjadikan sektor ini salah satu sumber devisa terbesar negara. Artikel ini membahas pengertian remitansi secara lengkap, jenis-jenisnya, contoh nyata, hingga cara terbaik melakukannya di era digital.

Pengertian Remitansi

Secara etimologi, kata “remitansi” berasal dari bahasa Inggris remittance, yang diadaptasi dari bahasa Latin remittere, artinya “mengirim” atau “mengirim kembali”. Dalam konteks keuangan modern, remitansi merujuk pada perpindahan dana dari seseorang atau entitas yang berada di satu negara kepada penerima di negara yang berbeda.

Bank Indonesia mendefinisikan remitansi sebagai transfer uang yang dilakukan oleh pekerja migran kepada keluarga atau pihak lain di negara asal. Definisi ini bisa diperluas menjadi segala transaksi keuangan antarnegara, termasuk pembayaran bisnis, pembayaran biaya pendidikan di luar negeri, atau kiriman antarkeluarga yang tinggal di negara berbeda. Yang membedakan remitansi dari transfer biasa adalah sifatnya yang lintas batas negara dan melibatkan konversi mata uang.

Uang rupiah sebagai mata uang penerima remitansi terbesar di Indonesia
Rupiah sebagai mata uang penerima remitansi pekerja migran Indonesia. Sumber: Pexels / Pexels License

Baca juga: “Apa itu Remittance? Begini Cara Kerja dan Mengirimnya!“

Jenis-Jenis Remitansi

Remitansi dapat dikategorikan berdasarkan arah aliran dana dan juga berdasarkan tujuan penggunaannya. Memahami jenis-jenis ini penting agar kamu bisa memilih layanan yang sesuai.

Inward Remittance (Remitansi Masuk)

Inward remittance adalah transfer uang yang masuk ke dalam suatu negara dari luar negeri. Bagi Indonesia, inward remittance paling besar berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Dana diterima oleh keluarga atau individu penerima di Indonesia, umumnya langsung ke rekening bank atau melalui agen remittance lokal.

Inward remittance menjadi sumber devisa yang signifikan bagi Indonesia. Dengan lebih dari 5,2 juta pekerja migran yang terdaftar resmi per Maret 2025, plus jutaan lagi yang tidak tercatat, aliran dana masuk dari sektor ini sangat besar pengaruhnya terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi daerah asal para migran.

Outward Remittance (Remitansi Keluar)

Sebaliknya, outward remittance adalah transfer uang yang keluar dari suatu negara ke negara lain. Dari Indonesia, outward remittance umum dilakukan oleh: mahasiswa yang membayar biaya kuliah ke universitas luar negeri, ekspatriat asing yang bekerja di Indonesia dan mengirim uang ke negara asalnya, pelaku bisnis yang membayar supplier atau mitra usaha di luar negeri, serta individu yang membantu keluarga di luar negeri.

Outward remittance dari Indonesia umumnya difasilitasi melalui layanan transfer bank konvensional (SWIFT), platform fintech seperti Wise dan Flip Globe, atau menggunakan stablecoin crypto untuk biaya yang jauh lebih hemat.

Remitansi Personal vs. Remitansi Bisnis

Selain berdasarkan arah aliran, remitansi juga bisa dibedakan berdasarkan pengirimnya. Remitansi personal adalah transfer dari individu ke individu, umumnya dari pekerja migran ke keluarga. Remitansi bisnis adalah transfer antar entitas usaha, seperti pembayaran invoice dari perusahaan Indonesia kepada vendor di luar negeri. Keduanya menggunakan mekanisme yang sama, namun remitansi bisnis biasanya melibatkan nominal lebih besar dan mungkin memerlukan dokumen pendukung tambahan sesuai regulasi Bank Indonesia dan OJK.

Contoh Remitansi dalam Kehidupan Nyata

Untuk memahami remitansi secara lebih konkret, berikut beberapa contoh yang paling umum ditemui di Indonesia.

Contoh pertama: Seorang tenaga kerja Indonesia asal Jawa Tengah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hong Kong. Setiap bulan, ia mengirimkan HKD 3.000 ke rekening keluarganya di Semarang melalui layanan remittance resmi. Uang tersebut tiba dalam bentuk rupiah setelah dikonversi sesuai kurs berlaku, dikurangi biaya transfer. Ini adalah contoh klasik inward remittance personal.

Contoh kedua: Seorang mahasiswa Indonesia kuliah di Belanda dan orang tuanya di Jakarta rutin mengirimkan biaya hidup setiap bulan melalui transfer bank internasional. Ini merupakan outward remittance personal.

Contoh ketiga: Sebuah perusahaan tekstil Indonesia membayar bahan baku impor dari pabrik di China melalui transfer SWIFT dalam dolar AS. Ini adalah outward remittance bisnis.

Contoh keempat: Seorang freelancer Indonesia menerima pembayaran dari klien di Amerika Serikat. Klien mengirimkan USDT ke wallet sang freelancer, yang kemudian menukarnya ke rupiah di platform crypto Indonesia. Ini adalah inward remittance menggunakan stablecoin, yang semakin populer karena biayanya sangat rendah dan prosesnya cepat.

Layanan transfer remitansi uang internasional di Indonesia
Berbagai layanan memfasilitasi remitansi masuk dan keluar Indonesia. Sumber: Pexels / Pexels License

Baca juga: “Mengapa Stablecoin Efektif untuk Efisiensi Biaya Operasional Bisnis“

Peran Remitansi bagi Perekonomian Indonesia

Remitansi bukan sekadar kiriman uang antarkeluarga. Bagi Indonesia, aliran dana ini memiliki dampak makroekonomi yang nyata. Dengan total penerimaan remitansi mencapai USD 15,3 miliar, dana ini berkontribusi langsung pada cadangan devisa negara, membantu menstabilkan nilai tukar rupiah di saat tekanan eksternal meningkat. Di tingkat mikro, remitansi meningkatkan daya beli keluarga penerima, mendorong konsumsi lokal, dan sering kali menjadi modal usaha atau biaya pendidikan anak.

Data menunjukkan bahwa daerah-daerah dengan populasi pekerja migran tinggi, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, dan NTT, mencatat pertumbuhan ekonomi daerah yang sebagian besar didorong oleh aliran remitansi. Selain itu, pekerja migran yang pulang dengan tabungan dan pengalaman kerja internasional juga berkontribusi pada transfer pengetahuan dan kewirausahaan di daerah asal.

Cara Melakukan Remitansi

Ada beberapa jalur utama untuk melakukan remitansi dari atau ke Indonesia. Transfer bank via SWIFT adalah cara paling tradisional, tersedia di hampir semua bank besar Indonesia. Prosesnya 1-5 hari kerja dengan biaya relatif lebih tinggi dibanding alternatif modern. Layanan money transfer operator seperti Western Union dan MoneyGram menawarkan fleksibilitas penerimaan tunai, cocok untuk daerah yang akses perbankannya terbatas.

Platform fintech seperti Wise dan Flip Globe menawarkan kurs lebih kompetitif dan transparansi biaya yang lebih baik. Terakhir, stablecoin USDT via blockchain (terutama jaringan TRON/TRC-20) menjadi pilihan tercepat dan termurah untuk mereka yang sudah familiar dengan crypto, dengan biaya hanya beberapa sen dan settlement dalam hitungan menit.

Pertanyaan Umum tentang Remitansi

Apa bedanya remitansi dan transfer bank biasa?

Remitansi secara khusus merujuk pada transfer uang yang melibatkan lintas negara dan umumnya konversi mata uang. Transfer bank biasa bisa domestik (satu negara, satu mata uang) atau internasional. Semua remitansi adalah transfer internasional, tapi tidak semua transfer internasional disebut remitansi dalam konteks sempit.

Apakah remitansi dikenakan pajak di Indonesia?

Penerimaan remitansi untuk keperluan pribadi umumnya tidak dikenakan pajak penghasilan di Indonesia. Namun, untuk keperluan bisnis atau nominal tertentu, ada kewajiban pelaporan ke Bank Indonesia sesuai regulasi Lalu Lintas Devisa. Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk situasi spesifik kamu.

Berapa batas maksimal transfer remitansi dari Indonesia?

Untuk keperluan pribadi, transfer di bawah USD 25.000 umumnya bisa dilakukan tanpa dokumen pendukung khusus. Nominal di atas itu memerlukan dokumen underlying transaction sesuai Peraturan Bank Indonesia tentang Lalu Lintas Devisa dan Penerapan Prinsip Kehati-hatian.

Mengapa volume remitansi global terus meningkat?

Globalisasi tenaga kerja, kemudahan perjalanan, dan berkembangnya platform transfer digital mendorong pertumbuhan remitansi global secara konsisten. Di sisi Indonesia, meningkatnya jumlah pekerja migran terampil dan tidak terampil, serta berkembangnya ekosistem freelancer digital yang menerima pembayaran dari klien internasional, turut mendorong kenaikan volume remitansi masuk maupun keluar.

Alternatif Lindung Nilai Aset Melalui Stablecoin di Pintu

Fluktuasi mata uang fiat yang terus bergerak membuat penyimpanan aset dalam bentuk dolar menjadi salah satu opsi diversifikasi. Kini semakin mudah dilakukan berkat kehadiran aset crypto berjenis stablecoin. Proses penukaran pun menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu mengunjungi money changer secara fisik.

Melalui aplikasi Pintu, tersedia akses untuk berinvestasi pada stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 dengan Dolar AS, seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC).

Selain menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi, penyimpanan USDT atau USDC di platform Pintu juga memberikan peluang keuntungan tambahan melalui fitur Earn.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->