Harga Saham Tesla (TSLAX) Hari Ini 22 Juni 2026: $393 dan Elon Musk Tambah Kepemilikan Saham

Di-update
June 22, 2026
Bagikan
Gambar Harga Saham Tesla (TSLAX) Hari Ini 22 Juni 2026: $393 dan Elon Musk Tambah Kepemilikan Saham

Jakarta, Pintu News – Harga saham Tesla (TSLA) hari ini, 22 Juni 2026, berada di kisaran $393,53 setelah sempat membuka perdagangan di $398,10. Dalam sehari terakhir, saham Tesla bergerak dalam rentang $384,70–$402,52. Salah satu berita terbesar sepekan ini adalah langkah Elon Musk yang memperkuat kepemilikannya di Tesla menjadi 19,9% dengan mengeksekusi opsi saham senilai $110 miliar pada 19 Juni 2026.

Dalam 12 bulan terakhir, saham Tesla telah mencatatkan kenaikan sebesar 33,37%, namun dalam 4 pekan terakhir terjadi penurunan sebesar 1,28%, mencerminkan fase konsolidasi di tengah berbagai sentimen campuran yang menghadang perusahaan kendaraan listrik tersebut.

Elon Musk Perkuat Kepemilikan ke 19,9%

Berita paling mengejutkan dari dunia Tesla pekan ini adalah keputusan Elon Musk untuk mengeksekusi opsi saham senilai $110 miliar pada 19 Juni 2026, meningkatkan kepemilikannya di Tesla menjadi 19,9%. Langkah ini biasanya diinterpretasikan sebagai sinyal kepercayaan diri dari orang dalam paling berpengaruh di perusahaan.

Namun, reaksi pasar terhadap berita ini cukup beragam. Di satu sisi, penambahan kepemilikan Musk menandakan keyakinannya pada prospek jangka panjang Tesla. Di sisi lain, konsentrasi kepemilikan yang semakin besar juga menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola perusahaan dan potensi konflik kepentingan mengingat Musk masih memimpin beberapa perusahaan besar lainnya.

Baca juga: “Pendapatan Tesla Melonjak hingga $22,39 Miliar, Aegis Wealth Management Borong 2.180 Lembar TSLA!

Kinerja Pengiriman Q2: Melampaui Konsensus

Kabar positif datang dari front operasional. Goldman Sachs melaporkan bahwa pengiriman kendaraan Tesla pada Q2 2026 sedang berjalan di atas ekspektasi konsensus. Ini menjadi sinyal pemulihan yang signifikan mengingat Tesla sempat menghadapi penurunan pengiriman akibat persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik China, khususnya BYD.

Data terbaru menunjukkan BYD telah melampaui Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia secara tahunan—sebuah pergeseran kompetitif yang menjadi perhatian besar investor Tesla. Namun, kinerja pengiriman Q2 yang di atas perkiraan ini setidaknya memberikan angin segar bagi sentimen jangka pendek.

FSD Terancam Diblokir di Eropa, Diizinkan di Belgia

Perkembangan regulasi menjadi salah satu risiko utama yang dihadapi Tesla saat ini. Fitur Full Self-Driving (FSD) Tesla kini terancam diblokir di Eropa setelah Swedia mengeluarkan peringatan keras terkait keamanan teknologi tersebut. Di sisi lain, Belgia justru memberikan lampu hijau bagi operasional FSD di wilayahnya.

Kendaraan Tesla di jalan raya dengan fitur FSD yang tengah menghadapi tantangan regulasi di Eropa
Teknologi FSD Tesla menghadapi hambatan regulasi di beberapa negara Eropa, sementara diizinkan di negara lain.

Situasi regulasi yang tidak seragam di Eropa ini menciptakan ketidakpastian bagi ekspansi Tesla di pasar benua biru. Eropa merupakan salah satu pasar premium terpenting bagi Tesla, dan hambatan regulasi di sana berpotensi menekan pertumbuhan pendapatan segmen tersebut.

Capex 2026 Naik ke $25 Miliar: Ambisi Besar Tesla

Tesla meningkatkan proyeksi belanja modal (capex) 2026 menjadi sekitar $25 miliar, naik dari target sebelumnya $20 miliar. Kenaikan capex ini mencerminkan ambisi Tesla untuk mempercepat ekspansi kapasitas produksi, pengembangan teknologi baterai generasi berikutnya, dan infrastruktur pengisian daya global.

Peningkatan investasi ini adalah kabar dua sisi: mencerminkan kepercayaan diri manajemen pada pertumbuhan jangka panjang, namun juga berarti tekanan lebih besar pada arus kas jangka pendek. Investor perlu memantau apakah investasi besar ini akan menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan atau justru membebani neraca keuangan perusahaan.

Baca juga: “Penjualan Tesla di China Naik 91%, Saham TSLA Melejit! Siap Tembus Rekor?

Target Harga Analis: Konsensus Hold di $409

Berdasarkan agregasi rekomendasi dari 27 analis, saham Tesla saat ini memiliki konsensus rating “Hold” per 18 Juni 2026, dengan target harga rata-rata Wall Street di $409,18. Ini mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 4% dari level harga saat ini.

Kapitalisasi pasar Tesla saat ini berada di kisaran $1,32–$1,50 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Meski menghadapi berbagai tantangan kompetitif, posisi Tesla sebagai pemimpin ekosistem kendaraan listrik premium dan kepemimpinan dalam perangkat lunak otomotif masih memberikan daya tarik bagi investor jangka panjang.

Trading Tokenized Stocks Kini Hadir di Pintu!

Nikmati kemudahan investasi saham global seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) hingga aset komoditas seperti emas dan perak dalam wujud tokenized stocks dari xStocks dan Ondo langsung di aplikasi Pintu!

Kenapa harus coba investasi tokenized stocks di Pintu?

  • Modal Minim: Mulai dari Rp11.000 saja.
  • Tanpa Jam Bursa: Buka 24 jam penuh, tidak perlu menunggu pasar AS buka.
  • Settlement Cepat: Transaksi langsung selesai tanpa ribet.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->