
Jakarta, Pintu News β Harga batu bara global mengalami koreksi moderat setelah sempat melonjak ke level tertinggi sejak September 2023. Per 19-20 Juni 2026, harga batu bara acuan ICE Newcastle tercatat di kisaran US$144 hingga US$148 per ton, turun dari puncak US$150 per ton yang dicapai sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah berita perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali jalur Selat Hormuz, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Meskipun mengalami koreksi dari level tertingginya, harga batu bara saat ini masih berada di zona yang sangat elevated secara historis. Dalam rentang satu bulan terakhir, harga batu bara ICE Newcastle telah naik sebesar 8,72%, sementara secara tahunan (year-on-year) kenaikannya mencapai sekitar 35%. Angka ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam pasar energi global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor geopolitik dan kebijakan perdagangan.
Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode Juni 2026, yang menjadi referensi bagi transaksi ekspor batu bara Indonesia. Penetapan HBA ini penting mengingat Indonesia adalah salah satu eksportir batu bara thermal terbesar di dunia, dan kebijakan domestik sangat mempengaruhi dinamika harga global.
Baca juga: βHarga Batu Bara Hari Ini Februari 2026β
Salah satu katalis utama yang mendorong harga batu bara ke US$150 per ton adalah kebijakan Indonesia untuk memperketat kontrol ekspor batu bara. Langkah ini diambil pemerintah sebagai respons terhadap kebutuhan pasokan domestik yang meningkat, terutama untuk mendukung operasional pembangkit listrik dalam negeri di tengah pertumbuhan konsumsi energi yang pesat.
Kebijakan pembatasan ekspor ini langsung direspons pasar internasional dengan lonjakan harga, mengingat Indonesia menyumbang lebih dari 40% ekspor batu bara thermal global. Pembeli utama seperti India, China, Jepang, dan Korea Selatan yang sangat bergantung pada batu bara Indonesia untuk kebutuhan pembangkit listrik mereka langsung merasakan dampaknya melalui kenaikan harga kontrak. Ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh kebijakan pertambangan Indonesia terhadap pasar energi global.
Faktor yang kemudian memicu koreksi dari level US$150 adalah tercapainya perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran. Perjanjian ini secara efektif membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, yang sebelumnya terancam oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pembukaan kembali rute maritim ini mengurangi kekhawatiran gangguan distribusi energi global, sehingga tekanan beli yang sebelumnya mengangkat harga batu bara ke level tertinggi mulai mereda.
Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, dengan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas global melewati jalur tersebut. Meskipun batu bara tidak secara langsung melewati Selat Hormuz dalam jumlah besar, sentimen pasar energi yang membaik akibat berkurangnya risiko geopolitik berdampak pada seluruh komoditas energi, termasuk batu bara.
Baca juga: β3 Tambang Batubara Terbesar di Indonesiaβ
Memasuki paruh kedua 2026, harga batu bara diperkirakan akan bergerak dalam kisaran US$140 hingga US$155 per ton, tergantung pada beberapa variabel kunci. Pertama, keberlanjutan kebijakan pembatasan ekspor Indonesia akan menjadi faktor penentu utama. Jika pembatasan dipertahankan atau diperketat, harga berpotensi kembali menguji level US$150 ke atas.
Kedua, perkembangan musim panas di belahan bumi utara juga perlu diperhatikan. Gelombang panas yang intens di Eropa dan Amerika Utara biasanya meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan, yang pada akhirnya mendorong permintaan batu bara untuk pembangkit listrik. Faktor musiman ini secara historis mendukung harga batu bara di kuartal ketiga setiap tahunnya.
Ketiga, dinamika geopolitik di Timur Tengah yang bisa berubah sewaktu-waktu tetap menjadi risiko yang harus diperhitungkan. Meski perjanjian AS-Iran memberikan stabilitas sementara, situasi kawasan yang kompleks membuat ketidakpastian tetap ada. Secara keseluruhan, harga batu bara di level US$144-148 saat ini masih jauh di atas rata-rata historis, mencerminkan kondisi pasar energi global yang ketat dan penuh dinamika.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset crypto berbasis emas seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Emas crypto menawarkan cara investasi emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi