
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin hari ini, 24 Juni 2026, bertengger di posisi $62.563 per koin atau setara dengan Rp 1,12 miliar berdasarkan kurs rupiah sekitar Rp 17.900. Angka tersebut mencerminkan penurunan 2,50% dalam 24 jam terakhir dan 4,77% selama sepekan, menempatkan Bitcoin bersama mayoritas aset kripto di zona merah. Di balik tekanan harga ini, pasar global mencatat gelombang likuidasi senilai $717 juta yang dipicu oleh sejumlah faktor makroekonomi dan geopolitik secara bersamaan.
Data likuidasi 24 jam terakhir menunjukkan angka yang cukup signifikan: total $717 juta posisi tersapu dari pasar derivatif kripto. Dari jumlah tersebut, sekitar 85% berasal dari posisi long Bitcoin, menandakan banyak trader yang sebelumnya mempertaruhkan kenaikan harga harus menanggung kerugian besar saat harga berbalik turun. Open interest Bitcoin sebelumnya sempat melampaui $111 miliar, angka yang mencerminkan betapa tingginya leverage yang digunakan pasar sebelum koreksi ini terjadi.

Pola likuidasi semacam ini biasanya terjadi ketika harga turun secara tajam dalam waktu singkat, memaksa broker menutup posisi trader yang marginnya tidak lagi mencukupi. Ketika posisi-posisi itu ditutup secara otomatis, tekanan jual semakin bertambah dan menciptakan efek domino yang mempercepat penurunan harga lebih jauh. Level psikologis $60.000 kini menjadi sorotan utama sebagai zona support kritis yang perlu dipertahankan Bitcoin dalam jangka pendek.
Baca juga: Pasar Kripto Tertekan: Lebih dari $2 Miliar Hangus dalam 24 Jam
Pemicu utama tekanan ini datang dari keputusan Federal Reserve Amerika Serikat. Di bawah kepemimpinan Ketua Fed baru Kevin Warsh, bank sentral mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Meski keputusan menahan suku bunga sudah diantisipasi pasar, yang mengejutkan adalah proyeksi ekonomi terbaru atau “dot plot” yang dirilis bersamaan. Dot plot terbaru memperlihatkan median proyeksi suku bunga akhir tahun di angka 3,8%, jauh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya di 3,4% pada Maret lalu.
Proyeksi itu secara efektif menghapus ekspektasi pemotongan suku bunga pada 2026 dan bahkan membuka kemungkinan satu kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Bagi pasar kripto yang selama ini mengandalkan narasi “suku bunga turun, likuiditas meningkat, harga aset berisiko naik”, perubahan arah kebijakan ini menjadi pukulan telak. Bitcoin, sebagai aset berisiko tinggi, langsung merespons dengan penurunan tajam.

Koreksi kali ini bukan dipicu satu faktor tunggal, melainkan konvergensi empat tekanan yang datang hampir bersamaan. Pertama, sikap hawkish Fed seperti dijelaskan di atas. Kedua, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas, menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global dan mendorong investor mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Faktor ketiga datang dari berita mengejutkan: Strategy, perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia, untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun terakhir dilaporkan menjual sebagian kepemilikan BTC-nya. Langkah ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor soal keyakinan institusi besar terhadap aset digital. Faktor keempat, aliran keluar dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat terus berlanjut selama 13 hari berturut-turut, mencatatkan rekor outflow yang memperbesar tekanan jual di pasar.
Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan Turunnya Sentimen Crypto Saat BTC Anjlok 38% ke US$60K!
Tekanan tidak berhenti di Bitcoin. Seluruh ekosistem kripto ikut menanggung dampaknya. Ethereum turun 3,13% ke posisi sekitar Rp 29,9 juta per koin. XRP melemah 1,52% dalam sehari dan lebih dalam lagi dalam sepekan dengan penurunan 8,28%, kini diperdagangkan di sekitar Rp 19.847 per koin. Mayoritas altcoin besar mencatat penurunan serupa, mempertegas bahwa sentimen pasar secara keseluruhan sedang bearish.
Total kapitalisasi pasar kripto global menyentuh angka $2,15 triliun, turun 2,34% dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini mencerminkan besarnya nilai yang terkikis dari pasar dalam waktu singkat. Pasar kini bergerak dalam rentang terbatas antara $60.000 hingga $67.000 untuk Bitcoin, dengan arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada data inflasi berikutnya, sinyal kebijakan Fed, dan dinamika arus masuk-keluar ETF.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi