
Jakarta, Pintu News – SpaceX (SPCX) baru saja mengalami penurunan tajam setelah melantai di bursa saham, mengingatkan banyak pihak pada pola yang pernah dialami Tesla (TSLA) pasca-IPO. Pada 22 Juni 2026, harga saham SpaceX anjlok hingga 16,43% atau turun 30,40 poin hanya dalam satu hari.
Nilai kapitalisasi perusahaan roket milik Elon Musk ini menyusut sekitar $600 miliar, membuat kekayaan Musk berkurang hingga $150 miliar. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah SpaceX akan mengikuti jejak Tesla yang sempat terpuruk namun akhirnya sukses besar?
Penurunan harga saham SpaceX (SPCX) pasca-IPO ternyata sangat mirip dengan apa yang dialami Tesla (TSLA) pada tahun 2010. Saat itu, saham Tesla sempat melonjak di hari-hari awal perdagangan, namun tak lama kemudian mengalami koreksi tajam hingga turun sekitar 70% dalam beberapa bulan. Banyak analis menilai penurunan tersebut disebabkan oleh valuasi yang terlalu tinggi, pembakaran kas yang besar, serta keraguan terhadap model bisnis Tesla yang dianggap belum matang.
Kritik serupa kini juga diarahkan pada SpaceX, terutama terkait valuasi dan prospek bisnis jangka panjangnya. Meski demikian, sejarah membuktikan bahwa investor jangka panjang Tesla akhirnya menikmati keuntungan besar setelah melewati masa-masa volatilitas. Saham TSLA kini menjadi salah satu aset paling bernilai di pasar global, membuktikan bahwa koreksi tajam pasca-IPO bukanlah akhir dari segalanya.
Jika SpaceX mampu membuktikan kinerja dan inovasinya, bukan tidak mungkin pola sukses Tesla akan terulang. Koreksi harga yang terjadi saat ini justru bisa menjadi peluang emas bagi investor yang berani mengambil risiko.
Salah satu faktor utama yang memicu penurunan harga saham SpaceX adalah tingginya ekspektasi pasar sebelum IPO. Banyak investor yang terbawa euforia, sehingga harga saham SPCX sempat melonjak tajam dan menjadi overbought. Setelah hype mereda, aksi ambil untung pun tak terhindarkan, menyebabkan tekanan jual yang signifikan di pasar.
Fenomena ini sebenarnya sudah diprediksi oleh sejumlah analis yang menyoroti risiko overvaluasi pada saham SpaceX. Selain itu, struktur penawaran saham SpaceX juga turut memengaruhi volatilitas harga. Perusahaan hanya melepas sekitar 5% sahamnya ke publik, sementara sebagian besar masih dipegang oleh internal perusahaan.
Setelah masa lock-up berakhir, para pemegang saham internal akan memiliki kesempatan untuk menjual saham mereka, yang berpotensi menambah tekanan jual di pasar. Situasi ini mirip dengan yang dialami Tesla di masa lalu, di mana aksi jual dari pemegang saham awal turut memperdalam koreksi harga.
Nikmati kemudahan investasi saham global seperti Nvidia , Amazon , Meta hingga aset komoditas seperti emas dan perak dalam wujud tokenized stocks dari xStocks dan Ondo langsung di aplikasi Pintu!Kenapa harus coba investasi tokenized stocks di Pintu?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*\Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi