FIFA Migrasi ke Avalanche Subnet: Contoh Nyata Blockchain Adoption di Dunia Olahraga

Di-update
June 24, 2026
Bagikan
Gambar FIFA Migrasi ke Avalanche Subnet: Contoh Nyata Blockchain Adoption di Dunia Olahraga

Jakarta, Pintu News – FIFA resmi memilih Avalanche sebagai tulang punggung infrastruktur blockchain untuk Piala Dunia 2026. Pada 16 Juni 2026, FIFA mengaktifkan migrasi penuh ke Avalanche Subnet khusus, menjadikan turnamen sepak bola terbesar di dunia ini sebagai ujian skala besar pertama teknologi blockchain dalam industri olahraga. Langkah ini bukan sekadar eksperimen; sistem tersebut telah memproses lebih dari 60.000 transaksi tiket dan melampaui volume perdagangan $25 juta dalam hitungan hari pertama operasionalnya.

Mengapa FIFA Memilih Avalanche?

Keputusan FIFA memilih Avalanche bukan datang tiba-tiba. Ava Labs, perusahaan di balik Avalanche, mengumumkan kemitraan pembangunan blockchain khusus FIFA sejak Mei 2025. FIFA membutuhkan infrastruktur yang mampu menangani jutaan pengguna secara bersamaan, biaya transaksi rendah, dan finalisasi transaksi yang cepat. Avalanche memenuhi ketiga kriteria tersebut melalui arsitektur subnet-nya yang memungkinkan setiap jaringan berjalan secara independen tanpa membebani jaringan utama.

Masalah utama yang ingin dipecahkan FIFA adalah praktik percaloan tiket (scalping) yang sudah lama merusak pengalaman penggemar. Pada turnamen besar sebelumnya, tiket berpindah tangan di pasar gelap dengan harga berlipat ganda. Dengan sistem berbasis blockchain, FIFA bisa memindahkan seluruh aktivitas pasar sekunder ke dalam ekosistem terkontrol mereka sendiri, menjauhkannya dari platform pihak ketiga seperti StubHub.

Avalanche juga menawarkan kemampuan subnet yang memungkinkan FIFA membangun jaringan Layer 1 khusus. Artinya, FIFA Collect, platform digital resmi FIFA yang dibangun bersama Modex, beroperasi di rantai sendiri dengan aturan, validator, dan throughput yang disesuaikan khusus untuk kebutuhan FIFA, bukan berbagi kapasitas dengan semua proyek lain di jaringan publik Avalanche.

Cara Kerja Sistem Tiket Blockchain FIFA

Piala Dunia FIFA 2022 Sudah Dimulai, Jangan Lewatkan Proyek Web3 Bertema FIFA Ini!
Sumber: Bitcoinist

Di jantung sistem tiket blockchain FIFA terdapat dua aset digital: Right-to-Buy (RTB) dan Right-to-Ticket (RTT). RTB memberikan hak prioritas kepada penggemar untuk membeli tiket dan bisa diperjualbelikan di pasar sekunder resmi. Ketika RTB digunakan untuk membeli tiket, token tersebut secara otomatis berkonversi menjadi RTT, yang kemudian memberikan akses membeli tiket resmi pertandingan.

Pemegang RTT dapat menukarnya menjadi tiket fisik melalui portal khusus maksimal tiga hari sebelum pertandingan berlangsung. Mekanisme ini memastikan bahwa setiap tiket memiliki jejak kepemilikan yang transparan dan dapat diverifikasi di blockchain. Pemalsuan tiket secara teknis menjadi jauh lebih sulit karena setiap token memiliki identitas unik yang tercatat secara permanen di jaringan.

Baca juga: Avalanche dan Rain Luncurkan “Avalanche Card”, Kartu Visa Bertenaga Crypto!

Dari sisi performa, hasilnya sudah terlihat signifikan. Volume transaksi di jaringan Avalanche melonjak hingga 24 kali lipat di atas level normal saat aktivitas tiket FIFA memuncak. Lebih dari 100.000 hak tiket digital telah diterbitkan, membuktikan bahwa sistem ini mampu menangani beban nyata skala global, bukan sekadar proof-of-concept di lingkungan uji coba.

Avalanche Payments Collective dan Ekosistem yang Berkembang

Momentum FIFA tidak berdiri sendiri. Bersamaan dengan migrasi ini, Avalanche meluncurkan Avalanche Payments Collective, sebuah konsorsium institusi keuangan yang berkomitmen membangun infrastruktur pembayaran di atas jaringan Avalanche. Anggota kolektif ini mencakup nama-nama besar seperti Franklin Templeton, VanEck, Paxos, Agora, Ethena, dan Rain.

Visa juga turut memperluas jaringan pembayarannya ke Avalanche, menjadikan blockchain ini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional. Kehadiran pemain institusional sebesar Visa dan Franklin Templeton bukan hanya soal reputasi, ini menandakan bahwa Avalanche kini dianggap sebagai infrastruktur yang serius untuk use case dunia nyata, bukan sekadar jaringan spekulatif.

Baca juga: VanEck Proposes Avalanche ETF – Could This Spark an AVAX Price Comeback?

Kombinasi antara adopsi FIFA dan dukungan institusional dari Payments Collective memposisikan Avalanche sebagai salah satu blockchain dengan ekosistem enterprise paling aktif saat ini. Avalanche memang sudah sejak lama mengincar segmen institusional melalui Avalanche Evergreen Subnet, namun implementasi FIFA membawa validasi yang jauh lebih terlihat oleh publik umum.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->